BALA – Gerakan literasi di Sulawesi Barat terus menyasar akar rumput, kali ini dengan menyentuh anak-anak usia emas. Melalui program “Read Aloud Goes to School”, sejumlah relawan literasi, mahasiswa, dan guru berkolaborasi menghadirkan metode membaca nyaring bagi anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak usia dini.

Kegiatan ini didesain khusus untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, jauh dari kesan kaku, agar anak-anak terbiasa mendengar bahasa yang baik serta menikmati cerita sebagai bagian dari gaya hidup mereka.

Metode Membaca Nyaring yang Ekspresif

Dalam pelaksanaannya, para relawan tidak sekadar membaca teks, tetapi menggunakan teknik read aloud yang menekankan pada intonasi suara, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh yang dinamis. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga fokus anak-anak agar tidak mudah bosan dan lebih mudah menyerap alur cerita yang disampaikan.

Sebelum kegiatan dimulai, tim pendamping telah menyiapkan kurasi buku cerita bergambar yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia anak. “Kami ingin anak-anak melihat bahwa buku adalah pintu menuju petualangan yang seru,” ujar salah satu relawan pelaksana.

Melatih Keberanian dan Interaksi Anak

Tidak hanya duduk mendengarkan, anak-anak juga diajak terlibat aktif melalui sesi tanya jawab sederhana. Mereka didorong untuk menceritakan kembali tokoh favorit atau menebak akhir cerita. Interaksi ini bertujuan untuk melatih kemampuan menyimak, berbicara, serta memupuk keberanian anak dalam menyampaikan pendapat di depan umum.

Untuk menambah keceriaan, kegiatan ini diselingi dengan berbagai aktivitas pendukung, seperti: Bernyanyi bersama dengan tema yang berkaitan dengan cerita; Mewarnai gambar tokoh-tokoh dari buku yang baru saja dibacakan; DAN Permainan edukatif ( bookish play ) yang merangsang motorik anak.

Investasi Jangka Panjang Literasi

Program “Read Aloud Goes to School” diharapkan menjadi katalisator bagi sekolah dan orang tua untuk mulai membiasakan aktivitas membacakan buku di rumah maupun di kelas. Dengan mengenal buku sejak dini, imajinasi dan kreativitas anak akan berkembang lebih pesat, yang pada akhirnya membentuk fondasi karakter yang kuat.

Nusa Pustaka sebagai pusat literasi di Mandar terus mendukung inisiatif serupa, meyakini bahwa langkah kecil melalui suara nyaring seorang pembaca cerita adalah investasi besar bagi masa depan intelektual anak-anak Sulawesi Barat.

Penulis: Nuning Dwiyanti, peserta KKN Posko Bala.

Leave a Reply

KUTIPAN

Merawat Ingatan Bahari, Melayarkan Literasi Negeri

~ Muhammad Ridwan Alimuddin, pendiri Nusa Pustaka

Designed with WordPress

Discover more from Nusapustaka

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading