PAMBUSUANG – Langkah besar dalam upaya pelestarian budaya dan literasi di tanah Mandar resmi dimulai. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PUMD Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) akan meluncurkan website resmi Perpustakaan dan Museum Nusa Pustaka sebelum penarikan KKN dari Desa Pambusuang.
Website ini diproyeksikan menjadi pangkalan data literasi digital, arsip kebudayaan Mandar, sekaligus platform publikasi terbuka bagi para penulis lokal.
Penyelamatan Sejarah Melalui Digitalisasi
Pengembangan portal digital ini dilakukan di dua titik pusat kegiatan, yakni Nusa Pustaka dan Balai Desa Pambusuang. Inisiatif ini lahir sebagai jawaban atas sulitnya mengakses informasi mengenai literasi Mandar yang selama ini masih tersebar dalam bentuk fisik dan sulit dijangkau oleh publik luas.
Selain sebagai pusat informasi, proyek ini juga menjadi upaya penyelamatan dokumen sejarah. Melalui proses digitalisasi, naskah-naskah kuno dan dokumen penting diharapkan dapat terjaga dari kerusakan fisik akibat usia.
Kolaborasi dan Proses Kreatif
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara mahasiswa KKN Unasman dengan Bapak Ridwan Alimuddin selaku mitra baca dan pengelola Nusa Pustaka. Dari segi teknis, website ini dirancang dengan sistem manajemen konten yang mobile-friendly agar nyaman diakses melalui ponsel pintar.
Tahapan pengembangannya dimulai dari pengumpulan data-data, penulisan bahan untuk dimasukkan ke laman, hingga pengunggahannya. Tak hanya menjadi perpustakaan statis, website ini juga menyediakan fitur “Berita”, “Karya”, dan lain-lain yang memberitakan aktivitas literasi yang melibatkan Nusa Pustaka.
Menembus Batas Geografis
Sebagai pelaksana kegiatan, tim KKN Unasman menegaskan bahwa prioritas utama dari program ini adalah aksesibilitas. Kendala distribusi karya penulis lokal yang selama ini terbatas pada wilayah tertentu kini memiliki solusi nyata.
“Selama ini banyak riset atau karya penulis lokal yang terkendala masalah distribusi. Dengan adanya website ini, kendala geografis bukan lagi masalah. Siapa pun, baik yang ada di Majene, Polewali, bahkan di luar negeri, kini bisa mengakses literasi Mandar hanya dengan satu klik,” ungkap perwakilan tim mahasiswa KKN.
Peluncuran ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi kebangkitan literasi di Mandar, memastikan bahwa kekayaan intelektual daerah dapat diwariskan kepada generasi mendatang dalam format yang modern dan mudah diakses.
Penulis: Nur Lindah, Peserta KKN Posko Pambusuang.

Leave a Reply