PAMBUSUANG – Perpustakaan dan Museum Nusa Pustaka menggelar diskusi literasi khusus bagi mahasiswa KKN Multitematik Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) pada Senin malam, 2 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi sekaligus memberikan masukan mendalam atas karya tulis feature yang disusun mahasiswa selama mengabdi di Desa Pambusuang dan Desa Bala.

Hadir sebagai narasumber utama, Dahri Dahlan, dosen Sastra Universitas Mulawarman Kalimantan Timur yang saat ini sedang menempuh studi S3 di Universitas Gadjah Mada (UGM). Akademisi asal Pambusuang ini membedah beberapa karya mahasiswa untuk meningkatkan kualitas narasi dan kedalaman perspektif tulisan.

Pengelola Nusa Pustaka sekaligus mitra KKN Unasman, Muhammad Ridwan Alimuddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis. “Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan menulis teman-teman peserta KKN. Selain itu, ini menjadi bahan evaluasi bagi kami pegiat literasi mengenai kondisi daya baca dan daya tulis generasi muda di Sulawesi Barat saat ini. Hasil tulisan juga akan diterbitkan dalam bentuk buku antologi yang mendokumentasikan denyut nadi Desa Pambusuang dan Desa Bala dari mata anak KKN yang semuanya berasal dari luar Pambusuang dan Bala,” ungkapnya.

Potret Desa dalam Tulisan Mahasiswa

Dalam kumpulan naskah bertajuk “Tulisan Anak KKN Unasman”, para mahasiswa berhasil merekam berbagai fenomena sosial dan budaya lokal dengan gaya bahasa yang personal. Beberapa karya menonjol yang dibahas dalam diskusi tersebut antara lain:

  1. Potret Sosial di Desa Bala: Dalam tulisan berjudul “Barung-Barung Pacceki”, mahasiswa menggambarkan bagaimana sebuah gubuk sederhana menjadi ruang krusial bagi warga. Kutipan tulisan tersebut menyebutkan: “Barung-Barung Pacceki tak hanya menjadi tempat bermain. Ia menjadi ruang berbagi cerita hidup… tempat belajar mendengar dan dipahami.” Narasi ini dinilai berhasil menangkap esensi persaudaraan warga Desa Bala.
  2. Keseharian di Pambusuang: Tulisan lain seperti “Dermaga Pambusuang Dan Gadis Kecil Yang Mengerti Keheningan” serta “Kambing Liar Pambusuang” memperlihatkan kepekaan mahasiswa dalam melihat detail unik di lokasi KKN yang sering luput dari perhatian orang awam.
  3. Proses Kreatif di Nusa Pustaka: Dokumentasi pengalaman mahasiswa juga terekam dalam naskah “Literasi Nusa Pustaka dan Cerita Saya di Sana”, yang menggambarkan bagaimana museum dan perpustakaan tersebut berfungsi sebagai laboratorium sosial selama masa KKN.

Evaluasi dan Harapan

Dahri Dahlan memberikan catatan penting mengenai pentingnya riset lapangan dan kekuatan diksi dalam menulis feature. Menurutnya, tulisan mahasiswa sudah memiliki kejujuran rasa, namun masih perlu diasah dalam hal struktur narasi agar lebih memikat pembaca luas.

Laporan: Admin.

Leave a Reply

KUTIPAN

Merawat Ingatan Bahari, Melayarkan Literasi Negeri

~ Muhammad Ridwan Alimuddin, pendiri Nusa Pustaka

Designed with WordPress

Discover more from Nusapustaka

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading