Oleh: Muhammad Ridwan Alimuddin.

Pembangunan fisik Nusa Pustaka di Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar, mencerminkan sinergi antara dukungan keluarga dan semangat komunitas. Tanah tempat berdirinya bangunan ini merupakan pinjaman dari pihak keluarga, sebuah bentuk dukungan moral yang esensial dalam keberlangsungan gerakan literasi swadaya. Proses konstruksi tidak hanya melibatkan tukang bangunan profesional, tetapi juga pelajar dan pemuda setempat yang secara sukarela mampir untuk membantu, bahkan sebelum gedung tersebut resmi dibuka. Bangunan kayu Nusa Pustaka dirancang sebagai ruang hibrida. Di satu sisi, ia berfungsi sebagai perpustakaan komunitas (Rumah Baca) yang menampung lebih dari 6.000 koleksi buku, mulai dari literatur sastra, komik, hingga buku-buku teknis tentang ilmu pengetahuan umum. Di sisi lain, ia bertindak sebagai Museum Maritim Mandar yang menyimpan artefak-artefak kebaharian penting, seperti unit perahu Sandeq asli, replika perahu tradisional, dan alat bantu kerja nelayan masa lalu.

Tabel Kronologi Pembangunan dan Peristiwa Kunci Nusa Pustaka

Tanggal / TahunPeristiwa / KegiatanKeterlibatan Pihak TerkaitDeskripsi dan Dampak
Maret 2015Inisiasi Ide Perahu PustakaRidwan Alimuddin, Nirwan Ahmad ArsukaDiskusi awal mengenai penggunaan perahu sebagai media literasi bergerak.
Juli 2015Peluncuran Perahu PustakaTim MIWF MakassarDiperkenalkan secara resmi pada Makassar International Writers Festival.
12 Desember 2015Groundbreaking Markas PambusuangRidwan Alimuddin, Keluarga, Pemuda DesaDimulainya pembangunan fisik perpustakaan di atas tanah pinjaman keluarga.
Maret 2016Peresmian Nusa Pustaka lewat pelaksanaan Perpustakaan Rakyat Sepekan (PRS) ke-3 yang diinisiasi Dahri Dahlan.Muhammad Ridwan Alimuddin, Masyarakat PambusuangPeresmian gedung sebagai pusat literasi dan museum maritim Mandar.
13 Maret 2016Insiden Perahu TerbalikMaman Suherman, Ridwan Alimuddin, Warga LokalPerahu pustaka terbalik saat peresmian; solidaritas warga menyelamatkan buku-buku yang karam.
2017Undangan Istana NegaraPresiden Joko Widodo, Ridwan AlimuddinRidwan diundang ke Istana, memicu lahirnya kebijakan pengiriman buku gratis (Free Cargo Literacy).
2019 – 2020Penambahan Fasilitas RekreasiAnak-anak Desa PambusuangPembangunan arena panjat tebing (boulder) mini dan meja tenis di area perpustakaan.
Januari 2020Inisiasi Rumah SampahRidwan Alimuddin, Net TV, Kitabisa.comPerencanaan gedung perpustakaan berbahan 100% sampah plastik daur ulang.
2025Penganugerahan AKI 2025Kementerian Kebudayaan RI, Fadli ZonMuhammad Ridwan Alimuddin menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia kategori Pelopor/Pembaru.

Leave a Reply

KUTIPAN

Merawat Ingatan Bahari, Melayarkan Literasi Negeri

~ Muhammad Ridwan Alimuddin, pendiri Nusa Pustaka

Designed with WordPress

Discover more from Nusapustaka

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading