PAMBUSUANG – Hubungan strategis antara dunia akademik dan komunitas basis kembali diperkuat. Sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya, Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) resmi menerjunkan mahasiswa KKN Multimatik Literasi ke Desa Pambusuang dengan menjadikan Perpustakaan dan Museum Nusa Pustaka sebagai mitra strategis sekaligus basis utama kegiatan.

Kedatangan rombongan mahasiswa KKN Unasman di Nusa Pustaka, 9 Januari 2025, menandai dimulainya kolaborasi intensif selama 40 hari di lapangan. Mahasiswa tidak hanya menetap, tetapi langsung terintegrasi dengan ekosistem kerja Komunitas Bahari Mandar yang mengelola ruang publik tersebut.

Implementasi KKN Tematik Literasi

Berbeda dengan KKN reguler, KKN Tematik Literasi ini dirancang khusus untuk memperkuat gerakan literasi di Sulawesi Barat. Sebagai mitra pelaksana, Komunitas Bahari Mandar melalui Nusa Pustaka menyediakan ruang laboratorium sosial bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori-teori literasi budaya, digital, dan ekologis yang mereka bawa dari kampus.

“Sinergi ini adalah perwujudan dari MoU antara Unasman dan Komunitas Bahari Mandar. Kami ingin mahasiswa tidak hanya sekadar datang, tetapi benar-benar menjadi bagian dari denyut nadi literasi di Pambusuang melalui basis di Nusa Pustaka,” ungkap Muhammad Ridwan Alimuddin, pengelola Nusa Pustaka.

Program Kerja Berbasis Kemitraan

Selama berada di Nusa Pustaka, para mahasiswa menjalankan serangkaian program yang bersentuhan langsung dengan visi komunitas, antara lain: pembuatan katalog buku, pelatihan Read Aloud, pembuatan peta tematik UMKM dan lembaga literasi di Pambusuang, pemutaran film dokumenter dan fiksi, dan pembuatan laman (website) nusapustaka.id.

Nusa Pustaka sebagai Ruang Kolaborasi

Pemilihan Nusa Pustaka sebagai pusat kegiatan KKN Tematik ini sangat strategis. Sebagai museum dan perpustakaan, tempat ini mempermudah mahasiswa mengakses sumber data primer mengenai kebudayaan Mandar sekaligus menjadi ruang publik untuk berinteraksi dengan tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model ideal bagi kemitraan antara perguruan tinggi dan komunitas lokal dalam membangun peradaban dari desa. Melalui semangat MoU yang telah terjalin, Unasman dan Komunitas Bahari Mandar terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada identitas budaya Mandar.

Leave a Reply

KUTIPAN

Merawat Ingatan Bahari, Melayarkan Literasi Negeri

~ Muhammad Ridwan Alimuddin, pendiri Nusa Pustaka

Designed with WordPress

Discover more from Nusapustaka

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading