Asad Sattari. Pendidik yang berdedikasi di SMAN 1 Alu sekaligus pemimpin organisasi profesi sebagai Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Polewali Mandar. Asad memegang peran strategis dalam menyinergikan gerakan literasi berbasis komunitas dengan dunia pendidikan formal di Sulawesi Barat.

Ashari Sarmedi Sosok penggerak lingkungan yang mendedikasikan dirinya sebagai pengelola Gonda Mangrove Park. Melalui tangannya, kawasan hutan bakau disulap menjadi pusat konservasi dan ekowisata yang edukatif. Kehadirannya melengkapi perjuangan komunitas dalam menjaga ekosistem pesisir, memastikan bahwa warisan bahari Mandar tidak hanya lestari di lautan, tetapi juga hijau dan terjaga di tepian daratan.

Dahri Dahlan. Seorang akademisi dan penulis yang kini mengabdi sebagai dosen di Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur. Meski berkiprah di tanah Borneo, Dahri tetap menjadi pemikir kritis yang menjaga napas intelektual sastra dan budaya Mandar, menghubungkan wacana lokal dengan dialektika akademis yang lebih luas.

Irwan Syamsir. Sastrawan muda Mandar yang kini berkiprah di media nasional bersama Narasi (Najwa Shihab). Dengan pengalaman luas sebagai relawan di berbagai festival bergengsi seperti Ubud Writers & Readers Festival (UWRF), Irwan menjadi duta yang efektif dalam membawa narasi budaya Mandar ke panggung kreatif Jakarta, Yogyakarta, hingga Bali.

Nasaruddin (Nasa). Garda terdepan dokumentasi digital budaya bahari. Melalui akun media sosialnya Posasiq Mandar, Nasa secara konsisten mempopulerkan keagungan perahu Sandeq di platform TikTok, Facebook, dan Instagram. Ia memainkan peran vital dalam memperkenalkan teknologi pelayaran leluhur kepada generasi digital.

Tajriani Thalib. Peneliti muda dan penggiat seni tradisi yang tekun. Dikenal karena riset mendalamnya tentang “Ussul” dan kemampuannya memainkan alat musik tradisional Kecaping Mandar. Kini tengah menempuh studi S2 Psikologi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Tajriani membawa perspektif psikologi budaya dalam pelestarian tradisi lisan.

Urwa. Sosok penggerak yang pernah menjabat sebagai Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat. Urwa memiliki rekam jejak panjang di lapangan sebagai pengendara “Motor Pustaka”, sebuah inisiatif heroik membawa buku menembus pelosok desa, membuktikan komitmennya pada pemerataan akses literasi. Saat ini aktif mengadvokasi pangan lokal.

Yusuf Wahil. Fotografer profesional dengan mata visual yang tajam. Memiliki latar belakang kuat sebagai jurnalis foto di Harian Fajar dan telah bekerjasama dengan media internasional seperti National Geographic dan Associated Press. Melalui lensanya, momen-momen budaya dan sejarah Mandar diabadikan dengan standar estetika kelas dunia.

Leave a Reply

KUTIPAN

Merawat Ingatan Bahari, Melayarkan Literasi Negeri

~ Muhammad Ridwan Alimuddin, pendiri Nusa Pustaka

Designed with WordPress

Discover more from Nusapustaka

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading