PAMBUSUANG – Menghadirkan suasana baru dalam dunia pendidikan dasar, mahasiswa KKN Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) meluncurkan program “Kelas Ceria” di SDN 005 Pambusuang. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (27/01/2026) ini dirancang sebagai ruang pendampingan belajar yang mengedepankan konsep kreatif dan interaktif.

Program ini muncul sebagai respons atas fenomena kejenuhan siswa terhadap metode pembelajaran monoton yang sering kali membuat minat baca dan semangat belajar menurun.

Belajar Tanpa Sekat di Ruang Kelas

“Kelas Ceria” menargetkan siswa dari kelas rendah hingga kelas tinggi, terutama mereka yang memerlukan bimbingan tambahan. Bertempat di ruang kelas SDN 005 Pambusuang, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator yang mengubah suasana kaku menjadi ruang belajar sambil bermain yang nyaman.

Pemilihan konsep ini bertujuan agar siswa lebih berani berpartisipasi aktif dan tidak merasa terbebani oleh materi pelajaran. Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh pihak sekolah dan para guru yang melihat adanya perubahan energi positif pada para siswa.

Metode Pendekatan Personal

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan berbagai metode pendekatan yang disesuaikan dengan psikologi anak, antara lain: Bimbingan Tugas: Membantu penyelesaian pekerjaan rumah dengan penjelasan yang lebih sederhana. Membaca Bersama: Menumbuhkan literasi dasar melalui sesi baca yang santai. Permainan Edukatif: Mengasah logika dan ketangkasan siswa melalui games bertema pelajaran. Dialog Interaktif: Mendorong kepercayaan diri siswa untuk berani bertanya dan berpendapat tanpa rasa takut.

Kontribusi Nyata bagi Pendidikan Desa

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unasman berharap dapat memberikan dampak jangka panjang bagi motivasi belajar anak-anak di pesisir Pambusuang. “Kami ingin esensi materi pelajaran tetap tersampaikan, namun dengan cara yang lebih menyenangkan agar anak-anak tidak merasa sedang digurui,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Bagi Nusa Pustaka, inisiatif Kelas Ceria di sekolah-sekolah mitra merupakan wujud nyata kolaborasi komunitas dan akademisi dalam memperkuat ekosistem literasi di Tanah Mandar. Dengan meningkatnya rasa percaya diri siswa, diharapkan kualitas pendidikan dasar di Desa Pambusuang terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Penulis: Nensi, peserta KKN Unasman Posko Pambusuang.

Leave a Reply

KUTIPAN

Merawat Ingatan Bahari, Melayarkan Literasi Negeri

~ Muhammad Ridwan Alimuddin, pendiri Nusa Pustaka

Designed with WordPress

Discover more from Nusapustaka

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading